Namun, selama lebih dari tiga dekade, Australia memonopoli sebagai satu-satunya pemasok Indonesia yang mengekspor 500.000 hingga 700.000 ekor sapi saat kondisi peternakan di Australia baik-baik saja. Dampak gangguan ini sangat fatal karena Australia selama ini merupakan satu-satunya sumber sapi hidup Indonesia. Imbasnya harga sapi yang tiba di Indonesia meroket hingga tingkat tertinggi dalam sejarah--impor sapi Australia dimulai sejak awal 1990. Tak mengherankan bila pada Januari 2021 lalu para pedagang daging sampai mogok berdagang. Data dalam situs infopangan.go.id, secara nasional harga daging sapi kualitas 1 hari ini mencapai Rp 123.250 dari normalnya di kisaran Rp 100.000 per kilogram. Sementara harga daging sapi kualitas 2 sebesar Rp 113.850. Advertisement. Jika sekarang saja harganya sudah naik, bagaimana nanti pada Ramadan dan Lebaran, saat permintaan daging meningkat? Merdeka.com - Pendekatan pemerintah yang mengandalkan impor daging sapi dan sapi siap potong dari Australia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus menekan harga yang sudah terlalu tinggi di pasaran, ternyata menyisakan masalah. Pertama, setelah pedagang sempat menolak menjual daging beku, kualitas daging impor pun dipertanyakan. Kritik tajam datang dari Yayasan Lembaga Konsumen Sementara itu, Indonesia kembali membuka keran impor bagi daging sapi dan kerbau di tahun 2020. Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian menyebut, keseluruhan total kebutuhan daging sapi HXNQ90h.

harga daging sapi di australia