Berdasarkanpermasalahan tersebut para tenaga pendidik dapat melakukan analisis dan identifikasi masalah yang terdiri dari topik pembelajaran, bentuk permasalahan dan akar masalah pembelajaran.
1 Menyusun rancangan berupa Rencana pelaksanaan Pembelajaran, hal ini meliputi : standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator, tujuan pembelajaran, materi, pendekatan dan metode, langkah-langkah pembelajaran, media, dan evaluasi. 2) Menyusun sarana dan prasarana yang dibutukan dalam penggunaan media audio visual.
PTKSD Kelas 6 pada tulisan kali ini kami sajikan hanya sedikit saja karena berkas pdf dari sumber asal juga sedikit.Meskipun sedikit secara jumlah, kami berharap tulisan ini mampu memberikan manfaat kepada Anda yang hendak melakukan penelitian tindakan kelas. Tuntutan profesi guru yang semakin menantang dewasa ini menuntut para guru untuk selalu melakukan peningkatan terhadap profesionalitasnya.
ContohIdentifikasi Masalah PTK Adapun untuk identifikasi masalah dalam penelitian tindakan kelas ini. Antara lain; Rendahnya motivasi belajar metematika bagi siswa SMA Negri 1 Tulang Bawang Lemahnya dorongan orang tua dalam memperhatikan masalah belajar matematika di sekolah Pembatasan Masalah
Kusnandar(2010, hlm. 51) menjelaskan ada beberapa alasan PTK menjadi salah satu pendekatan dalam meningkatkan atau memperbaiki mutu pembelajran adalah: 1) Merupakan pendekatan masalah 2) Menggarap masalah - masalah faktual yang dihadapi pendidik dalam proses pembelajaran. 3) Tidak perlu meninggalkan tugas utamanya, yakni mengajar
2buT45.
Related PapersBuku ini menjabarkan tentang pengertian, prosedur, dan teknik yang dibutuhkan oleh guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan membuat laporan pelaksanaan PTK yang diharapkan berdampak pada perbaikan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Buku ini dilengkapi dengan contoh PTK dalam pembelajaran fisika yang dilakukan oleh penulis yang didanai dari Block Grant PMPTK Depdiknas. Penelitian Tindakan Kelas PTK atau classroom action research merupakan upaya yang digunakan dalam upaya memperbaiki atau meningkatkan mutu pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas merupakan model pengembangan profesi dimana guru mempelajari cara siswa belajar dalam kaitannya dengan cara guru mengajar, sehingga guru dapat memperbaiki kekurangannya dalam mengajar agar berdampak pada perbaikan proses belajar siswa. PTK dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan guru melakukan refleksi diri, meningkatkan kemajuan sekolah, dan menumbuhkan budaya professional di kalangan pendidik. PTK merupakan penelitian berbasis inkuiri yang dilakukan oleh guru dengan mengikuti proses menganalisis praktek pembelajaran yang telah dilakukan, menerapkan strategi baru dalam kegiatan belajar mengajar KBM, mengevaluasi hasil belajar, dalam upaya meningkatkan proses dan hasil belajar ini menjabarkan tentang pengertian, prosedur, dan teknik yang dibutuhkan oleh guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan membuat laporan pelaksanaan PTK yang diharapkan berdampak pada perbaikan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Buku ini dilengkapi dengan contoh PTK dalam pembelajaran fisika yang dilakukan oleh penulis yang didanai dari Block Grant PMPTK Depdiknas. Penelitian Tindakan Kelas PTK atau classroom action research merupakan upaya yang digunakan dalam upaya memperbaiki atau meningkatkan mutu pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas merupakan model pengembangan profesi dimana guru mempelajari cara siswa belajar dalam kaitannya dengan cara guru mengajar, sehingga guru dapat memperbaiki kekurangannya dalam mengajar agar berdampak pada perbaikan proses belajar siswa. PTK dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan guru melakukan refleksi diri, meningkatkan kemajuan sekolah, dan menumbuhkan budaya professional di kalangan pendidik. PTK merupakan penelitian berbasis inkuiri yang dilakukan oleh guru dengan mengikuti proses menganalisis praktek pembelajaran yang telah dilakukan, menerapkan strategi baru dalam kegiatan belajar mengajar KBM, mengevaluasi hasil belajar, dalam upaya meningkatkan proses dan hasil belajar selesai mempelajari Bab I ini, peserta dapat… 1. menjelaskan dasar hukum pelaksanaan PTK oleh Penelitian Tindakan Kelas ini merupakan bagian dari seri 12 dua belas modul yang disusun untuk memfasilitasi kegiatan KKG/MGMP di masing-masing gugus. Modul ini dapat pula digunakan oleh kelompok kerja lainnya seperti KKKS, KKPS, MKKS, dan MKPS. Materi yang dibahas dalam modul ini mencakup konsep dasar PTK, Pengembangan fokus masalah penelitian, Perencanaan tindakan, Pelaksanaan tindakan, Persiapan dan Pelaksanaan observasi, analisis dan refleksi serta evaluasi. Di samping itu, materi tentang teknik penyusunan proposal dan penulisan laporan PTK sebagai karya ilmiah juga dibahas dalam modul ini. Tujuan dari penyusunan modul ini adalah untuk menyediakan bahan diklat tentang peningkatan kompetensi profesional guru melalui kegaiatan Penelitian Tindakan Kelas. Modul ini sangat bermanfaat semua guru peserta KKG/MGMP, baik yang sudah memiliki ijazah S-1/D-4 atau pun yang belum. Begitu pula modul ini sangat bermanfaat bagi guru yang sudah memiliki golongan/ruang kepangkatan IV-a yang ingin naik ke IV-b dan seterusnya. Modul ini sangat berguna sebagai bimbingan dalam melaksanakan kegiatan PTK bagi mereka yang akan melakukan perbaikan proses pembelajaran di kelas sekaligus berminat untuk menulis karya tulis ilmiah.
Bingung cari masalah penelitian? Contoh Masalah Penelitian dalam PTK– Setiap akan memulai Penelitian Tindakan Kelas PTK, tidak jarang guru mengalami kesulitan dalam memilih masalah penelitian. Padahal setiap hari guru dihadapkan dengan masalah bahkan banyak masalah, seakan-akan masalah itu tidak ada karena itu guru yang tidak dapat menemukan masalah untuk Penelitian Tindakan Kelas PTK. Masalah adalah segala sesuatu yang menjadikan adanya hambatan, kesenjangan, perbedaan, rintangan, kendala terhadap apa yang diinginkan dengan apa yang menjadi masalah selalu berada dalam konteks RUANG, TEMPAT DAN WAKTU. Tak pernah ada masalah yang terisolasi, terpisah dan atau terasing dari faktor-faktor, unsur-unsur, pengaruh-pengaruh lain yang berada di sekitar masalah itu. Jadi tak pernah ada masalah yang berdiri sendiri, terpisah jauh dari segala pengaruh, kaitan, interaksi dan kemungkinan kontak dengan hal-hal yang ada di sekitar masalah demikian setiap masalah atau permasalahan selalu berada dalam konteks keterkaitan atau pengaruh dengan hal-hal yang ada di sekitar masalah itu. Keseluruhan konteks permasalahan inilah yang disebut latar belakang masalah. Jadi setiap permasalahan selalu berada dalam suatu kedudukan kontekstual. Artinya keberadaan setiap masalah selalu dalam pengaruh, interaksi, keterkaitan, yang komplek dan unik sifatnya dengan unsur-unsur dalam menentukan masalah penelitian, harus mengaitkan konteks sekitar, seperti ruang kelas, siswa dan proses Kategori Masalah Dalam PembelajaranMasalah Penelitian Tindakan Kelas tentunya masih seputar permasalahan mengenai pembelajaran di kelas. Masalah dalam pembelajaran sebenarnya dapat digolongkan dalam tiga kategori, yaitua pengorganisasian materi pelajaran,Jika Anda berfikir bahwa pembahasan suatu topik dari segi sejarah dan geografi secara bersama-sama akan lebih bermakna bagi siswa dari pada pembahasan secara sendiri-sendiri, Anda sedang berhadapan dengan masalah pengorganisasian penyampaian materi pelajaran,Jika Anda suka dengan masalah metode dan media, sebenarnya Anda sedang berhadapan dengan masalah penyampaian manajemen atau pengelolaan Anda menginginkan kerja kelompok antar siswa berjalan dengan lebih efektif, Anda berhadapan dengan masalah manajemen/pengelolaan kelas. Jangan terikat pada satu kategori saja; kategori lain mungkin mempunyai masalah yang lebih Permasalahan dan Pertanyaan yang BaikMasalah Penelitian juga memiliki kritreria khusus. Menurut Kerlinger 1986 ada tiga kriteria untuk menentukan permasalahan yang baik dan pernyataan masalah yang baik, yaitu1 masalah itu harus mengungkapkan suatu hubungan antara dua variabel atau lebih, misalnya apakah A menyebabkan B?, 2 masalah harus dinyatakan secara jelas dan tidak ambigu dalam bentuk pertanyaan. Kita jangan membuat pernyataan seperti “masalahnya adalah …………… atau maksud kajian ini adalah ………..”, melainkan mengajukan pertanyaan. dan3 masalah dan pernyataan masalah harus dirumuskan dengan cara tertentu yang meyiratkan adanya kemungkinan pengujian satu ciri PTK adalah munculnya masalah memang dirasakan oleh guru sebagai sesuatu yang masih sulit dipecahkan, namun guru menyadari bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki guna memecahkan masalah tersebut. Agar Anda dapat merasakan adanya masalah dan mampu mengungkap masalah tersebut, maka Anda sebagai seorang guru dituntut untuk jujur pada diri sendiri dan menyadari bahwa pembelajaran yang dikelola selama ini merupakan bagian penting dari dunia – Hal Harus Diperhatikan dalam Pemilihan Masalah PTKDalam memilih masalah untuk PTK. sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal ini,Pilihlah masalah yang cukup besar dan strategis. Kesulitan siswa memahami bacaan secara cepat merupakan contoh dari masalah yang cukup besar dan strategis karena diperlukan oleh sebagian besar mata pelajaran. Dengan demikian pemecahan masalah akan memberi manfaat yang besar dan masalah yang Anda senangi. Akhirnya Anda harus merasa memiliki dan senang terhadap masalah yang akan diselidiki. Hal itu diindikasikan dengan rasa penasaran Anda terhadap masalah itu, dan keinginan Anda untuk segera tahu hasil-hasil setiap perlakukan yang juga masalah yang riil dan problematik. Jangan mencari- cari masalah hanya karena Anda ingin mempunyai masalah yang berbeda dengan orang lain. Pilihlah masalah yang riil, ada dalam pekerjaan Anda sehari-hari dan memang problematic memerlukan pemecahan.Pilih masalah yang dapat dipecahkan dan tidak diluar kemampuan diri. Yakinkan bahwa masalah yang akan Anda pecahkan cukup layak feasible, berada di dalam wilayah pembelajaran yang Anda kuasai. Contoh lain masalah yang berada di luar kemampuan Anda adalah kebisingan kelas karena sekolah berada di dekat jalan raya, tidak tepat dijadikan masalah dalam PTK. Hal tersebut tidak mungkin dapat dipecahkan melalui juga jangan memilih masalah yang terlalu luas. Nilai Ebtanas Murni NEM atau nilai UN/UAS yang tetap rendah dari tahun ke tahun merupakan masalah yang terlalu luas untuk dipecahkan melalui PTK, apalagi untuk PTK individual yang pula Anda memilih masalah yang terlalu sempit. Masalah yang terlalu sempit baik dari segi pengaruhnya terhadap pembelajaran secara keseluruhan maupun jumlah siswa yang terlibat sebaiknya dipertimbangkan kembali, terutama jika penelitian itu dibiayai oleh pihak lain. Sangat lambatnya lima orang siswa dari 30 orang siswa dalam mengikuti pelajaran Anda misalnya, termasuk masalah kecil karena hanya menyangkut lima orang siswa. sementara masih banyak masalah lain yang menyangkut kepentingan sebagian besar ini disajikan beberapa contoh masalah yang berhasil diidentifikasi karena sering muncul di kelas dan cukup urgen dan strategis untuk dijadikan sebagai masalah dalam PTK yang direkomendasikan dalam jurnal Karya Abdi Masyarakat oleh Ekawarna dkk 2021 berjudul Memilih Masalah Untuk Penelitian Tindakan Kelas Bahan kajian untuk pelatihan Guru menyusun Laporan hasil PTK” Unduh. Ini contoh masalah yang dapat dijadikan masalah Penelitian Tindakan Kelas PTK yang direkomendasikan oleh Kemampuan berfikir rasional siswa sangat Kurangnya kemampuan Siswa Mengajukan Pertanyaan Produktif3. Rendahnya Kompetensi Siswa dalam Pelajaran IPS4. Siswa Berkesulitan Membaca Teks Bahasa Inggris5. Rendahnya Pemahaman Konsep6. Siswa kurang berani Mengemukakan Pendapat7. Kemampuan Problem Solving Matematika rendah8. Kesulitan Belajar9. Kurangnya Penalaran dan Komunikasi Matematika10. Rata-rata hasil tes siswa pada tahun sebelumnya selalu rendah < 5,011. Tingkat kehadiran siswa rendah setiap kali pertemuan lebih dari 3 orang bolos tanpa izin.12. Siswa kurang aktif dan cenderung pasif, setiap diberi pertanyaan tidak satupun siswa berani menjawabnya. Demikian juga, setiap diberi kesempatan bertanya, tidak satupun siswa yang berani untuk Lemahnya Motivasi belajar, Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa14. Kurangnya Kemandirian Siswa15. Minat dan Keterampilan Berwirausaha lemah16. Kurangnya Efektivitas Pembelajaran17. Kemampuan Membaca Pemahaman lemah18. Sistem Evaluasi Hasil Belajar Praktek tidak jelas19. Kelemahan Pembelajaran Bermakna dalam Pembelajaran Sains20. Perhatian siswa cenderung tidak Kurangnya Keterampilan Siswa dalam Proses Pembelajaran Mata Pelajaran Biologi22. Kegiatan praktikum tidak pernah dilakukan, karena keterbatasan alat dan Rendahnya Minat dan Kreativitas Belajar Matematika24. Miskonsepsi mata pelajaran IPA25. Kurangnya Optimalisasi Pembelajaran26. Rendahnya Kualitas Proses dan Hasil Belajar27. Ketidakmampuan Penulisan Karangan Ilmiah28. Siswa kurang terampil, jika diberi tugas mengerjakan sebuah keterampi- Siswa kurang dapat mengaitkan isi pelajaran dengan keadaan alam seki- Kurangnya dukungan orang tua terhadap belajar Keterampilan Inkuiri dan Hasil Belajar Sains rendah32. Kesulitan Siswa Memahami Konsep Matematika33. Rendahnya Aktivistas Psikomotor dan Kerjasama serta Hasil Belajar Kognitif Siswa34. Rendahnya Kualitas Proses dan Produk Pembelajaran IPS35. Keterampilan Proses yang Berbasis Kompetensi masih kurang36. Keterampilan Membaca dan Menulis Permulaan Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar masih rendah37. Kemampuan Belajar Mandiri rendah38. Kemampuan Berbicara Murid SD rendah39. Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal-Soal Keterampilan Proses40. Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa kurang41. Keterampilan Menulis bagi Siswa SD42. Kualitas Sajian Konsep IPA di SLTP masih lemah43. Kesalahan Siswa SD di dalam Memahami Konsep dan Kurangnya Keterampilan Siswa dalam Membuat, Membaca, dan Menggunakan Grafik Economical Skill dalam Proses Pembelajaran yang berjudul “ Membuat PTK Untuk Kenaikan Pangkat”dilaksanakan pada tanggal 8 – 11 Januari 2022 dan dapat Anda ikuti secara GRATIS. Diklat ini dilakukan secara online melalui zoom dan live mengikuti diklat ini maka Anda dapat memperoleh sertifikat 40JP bernama, diklat kit, laporan pengembangan diri, dan materi hanya itu, Anda juga akan mendapatkan Bonus tambahan berupa e-book PTK, kumpulan artikel PTK, doorprize pulsa dan doorprize spesial guru dapat mengikuti diklat ini apabila melengkapi syarat berikut ini Membagikan info Diklat ini ke 3 Grup PendidikGabung ke Channel Telegram Guru Juara Channel Youtube Guru Juara ke 3 syarat di atas untuk bukti, dan kemudian mengisi formulir pendaftaran berikut informasi lainnya Anda dapat menghubungi Contact Whatsapp berikut adanya pelatihan atau diklat tersebut maka diharapkan guru dapat menyusun PTK dengan mudah dan baik, selain itu juga diharapkan guru dapat mengasah atau meningkatkan kompetensi dan profesionalitas diri Anda Sebagai Member untuk Mendapatkan Seminar atau Diklat Gratis!
contoh PTKContoh Laporan PTK Lengkap BAB I, II, III, IV, V dan Lampiran File Word doc - Penelitian Tindakan Kelas PTK umum di kenal oleh para pendidik atau mahasiswa jurusan kependidikan, PTK adalah Penelitian tindakan yang dilaksanakan pada suatu kelas untuk memperbaiki proses pembelajara pada kelas yang di pegang oleh pendidik / PTKPenelitian tindakan kelas atau disingkat PTK menuruat para ahli seperti Mills , carr dan kemmis PTK adalah penelitian tindakan yang dilaksanakan di kelas serta dilaksanakan oleh pendidik/guru pada kelasnya sendiri melalui hasil refleksi diri dengan tujuan memperbaiki / meningkatkan kinerja pendidik sehingga meningkatkan hasil belajar siswa, lebih lanjut pembahsan terkait hakikat PTK serta karakteristik PTK dapat di baca DISINIPTK Sebagai Peningkatan Profesionalisme BerkelanjutanPendidik / guru dalam melaksanakan tugasnya harus selalu meningkatkan profesionalismenya secara berkelanjutan guna mengembangkan pengtahuan dan metode-metode pembelajaran sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan sehingga pendidik dalam melaksanakan tugasnya memberikan pelayanan terbaik kepada siswa. banyak kegiatan peningkatan profesionalisme berkelanjutan yang dapat dilaksanakan oleh guru adalah dengan meengikuti pelatihan dan pendidikan Diklat sesuai bidangnya, dan menyusun Karya Ilmiah. Karya ilmiah tersebut seperti makalah tinjauan ilmiah, best practice, PTK penelitian tindakan KelasMenyusun Laporan PTK salah satu kegiatan yang dapat dilaksanakn oleh pendidik untuk meningkatkan profesionalnya dengan tujuan memperbaiki proses pembelajar pada kelasnya. Pentingnya Laporan PTK ini bagi Guru adalah sebagau unsur utama yang dinilai dalam Kenaikan pangkat dan juga sebagai poin yang dinilai dalam Akreditasi sekolah terkait Mutu PTK selain disusun Oleh pendidik juga banyak disusun oleh mahasiswa karena banya universitas memasukkan PTK kedalam Mata kuliah teori, Matakuliah Berperaktik PTK, bahkan dapat digunakan sebagai sekripsi oleh mahasiswa pada jurusan PTKDalam proses Penyusunan atau melaksanakan PTK, Peneliti sebelumnya menyusun Proposal PTK. namun Proposal PTK tersebut tidak wajib disusun sebelum melaksanakan PTK, Penyusunan proposal PTK disusun menyesuaikan dengan kebutuhan dan kepentinganya, Proposal PTK disusun contohnya bagi peneliti yang ingin mendapatkan bantuan dana, mengikuti ajak lomba yang mewajibkan mengusulkan proposal PTK untuk di setujui. Proposal PTK decara sistematikanya tersusun dari judul PTK, Latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, kajian pustaka dan metode penelitian. kurang lebih proposal PTK sama dengan BAB I, II dan III pada laporan PTK. Terkait Hakikat Proposal PTK kami sajikan DISINI Rencana dan Pelaksanaan PTK / Membuat Judul PTKPeneliti dalam melaksanakan penelitian perlu merancang rencana dan pelaksanaan penelitian, hal ini berkaitan dengan menentukan judul PTK. dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas sebelum menentukan judul PTK peneliti terlebih dahulu melaksanakan Refleksi awal dalam PTK dilaksanakan melalui refleksi diri atau observasi awal dengantujuan mengidentifikasi masalah dalam peroses masalah, selanjutnya dari identifikasi masalh menganalisi masalah utama yang akan diangkat kedalam PTK, setelah mengidentifikasi dan menganalisi maslah. peneliti mencari alternatif tindakan / merancang perbaikanalternatif tindakan yang di akan digunakan oleh peneliti tentunya harus dikaji terlebih dahulu dengan dari berbagai sumber refrensi seperti buku atau dari contoh PTK yang ada / penelitian yang relefan sebagai bahan rujukan menyatakan bahwa alternatif tidakan yang akan digunakan dapat memecahkan masalah yang diangkatjika semua tahap tersebut dari indentifikasi masalah, analisi masalah dan menentukan alternatif tindakan yang akan diterapkan dalam PTK selanjutnya peneliti bisa merumuskan Judul PTK dan dapat melaksanakan PTK, Selanjutnya terkait dengan Menentukan Judul PTK dapat di baca DISINIPelaksanaan Perbaikan Pembelajaran / Siklus PTKsetelah tahap Refleksi Awal dan telah merumuskan Judul PTK selanjutnya peneliti telah dapat melaksanakan penelitin tindakan, Pelaksanaan PTK dilaksanakan dalam bentuk Siklus / Daur PTK. dalam 1 siklus terdiri tahap yaitu persiapan pelaksanaan serta refleksi dalam satu PTK minimal dilaksanakan dalam 2 kali siklus PTK, jadi PTK dapat dilaksanakan lebih dari 2 namun dalam perakteknya jika beberapa kali siklus telah dilaksanakan 3 siklus tidak mendapatkan hasil yang diinginkan maka PTK dapat dihentikan pada siklus ke 3 dengan dalam laporan PTK tersebut memeparkan data atau alasan mengapa hasil PTK tidak mendapatkan hasil sesuai harapan peneliti. selain hal tersebut dalam siklus PTK minimal dilaksanakn dalam 2 kali proses pembelajaran setiap siklus PTK, dan dalam setiap pembelajaran dalam PTK tersebut dilaksanakan evalusi atau observasi / penilaian hasil belajar siswa ataupun Evalusi tersebut dapat dilaksanak terpisah dari proses pembelajaran tersebut. hal tersebut dilaksanakan agar PTK yang dibuat mendapatan hasil penelitian yang akurat, Lebih lengkap Baca DISINILaporan PTKLaporan penelitian tindakan tersebut adalah sebagai bukti bahwa pendidik telah melakukan usaha meningkatkan ptofesionalnya sesuai dengan tugasnya sebagai pendidik. Penelitian tindakan kelas PTK yang di lakukan oleh guru juga memiliki manfaat bagi pendidik, siswa dan satuan pendidik untuk dapat meningkatkan proses pembelajaran di kelasnya sehingga siswa memperoleh pembelajaran yang terarah untuk memaksimalkan mencapai tujuan pembelajaran yang di penelitian tindakan ini juga sebagai salah satu unsur wajib yang harus penuhi oleh seorang pendidik yang bersetatus PNS/ASN untuk memenuki poin Angka Kredit untuk naik pangkat ke tingkat lebih tinggi. Maka dari itu pendidik sangat perlu menguasai tehnik melaksanakan dan menyusun laporan penelitian tindakan kelas PTKSelain bagi pendidik/guru Penelitian tindakan kelas ini juga di pelajari oleh mahasiswa jurusan pendidikan sebagai salah satu mata kuliah, dan juga sebagai kegiatan praktek pemantapan pembelajaran serta terkadang bisa digunakan untuk menyusun tugas akhir atau sekripsiDilihat dari pentingnya penyusunan laporan penelitian tindakan tidak jarang pendidik/mahasiswa kesulitan dalam menemukan file contoh PTK sebagai bahan perbandingan dalam menyusun laporan penelitianya. Maka dari itu kami bagikan file-file PTK yang kami ambil dari hasil pencarian di laman Contoh PTK LengkapDalam contoh-contoh yang kami bagikan ini tentunya laporan penelitian tersebut jauh dari kata sempurna maka dari itu contoh penelitian ini cukup sebagai bahan dalam menyusun Judul PTK, Proposal PTK dan Laporan PTK. sehingga dapat memudahkan dalam mencari bahan refrensi Contoh PTK sudah lengkap dengan lampiran PTK dan dalam bentuk file word doc untuk mudah di edit jika contoh PTK ini dapat digunakan dengan File Unduh Contoh PTK berikut dapat digunakan untuk Contoh PTK SD / contoh Judul PTK SD , Contoh PTK SMP / contoh Proposal PTK SMP, Contoh PTK SMA / contoh Proposal PTK SMA, ataupun PTK sesuai Bidang mata pelajaran tertuntu, dalam artikel ini PTK kami kelompokkan sesuai muatan Pelajaran agar mudah dalam men download contoh PTK. setiap masing-masing contoh PTK per muatan pelajaran tersebut terdapat berbagai judul PTK yang dapat di unduh . dalam sekali unduh sudah lengkap dengan contoh laporan PTK beserta Lampiran ini Contoh Penelitian Tindakan Kelas PTK sesuasi dengan mata pelajaran atau muatan pelajaran dibawah iniContoh PTK Pendidikan Agama Islam PAI download disiniDemikina file contoh PTK yang dapa kami bagikan semoga membantu dalam menyusun karya ilmiah, jika ada saran dan masukan bisa tulis di kolom komentar, serta bagikan postingan ini jika bermanfaat
Teknik Analisis Data Dalam Penelitian Tindakan Kelas PTK – Maju mundurnya suatu negara sangat ditentukan oleh kemajuan di bidang pendi-dikan. Oleh karena itu setiap negara senantiasa berusaha secara terus menerus untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan di negaranya. Salah satunya dengan perubahan dan penyempurnaan kurikulum yang berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan di setiap jenjang dan jenis pendidikan. Pemberlakuan kuriku-lum baru juga merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki proses penyelenggaraan pendidikan di suatu negara agar tidak tertinggal jauh dari negara lain Olivia, 1992 3.Seiring dengan berlakunya kurikulum di negara kita, yaitu kurikulum yang operasi-onalnya disebut KTSP, maka setiap komponen yang terlibat di dalam sistem pendidikan umumnya dan pembelajaran khususnya ikut berbenah dalam rangka melaksanakan semua yang dianjurkan dalam kurikulum baru tersebut. Tidak terkecuali guru sebagai pemegang peran utama dalam proses pembelajaran. Meskipun telah terjadi perubahan paradigma dari teacher centered ke student centered, namun bukan berarti guru tugasnya menjadi ringan, tetapi justru guru sebagai motivator dan ”perancang” proses pembelajaran mendapatkan beban yang lebih kenyataannya, tidak semua guru memiliki kemampuan yang diharapkan dapat menjadi modal dalam menyukseskan pelaksanaan KTSP. Hal ini disebabkan sebagian guru di negara kita memiliki beban tugas yang relatif banyak, bukan hanya menyangkut persiapan pembelajaran, melainkan juga tugas-tugas lain yang memerlukan penyelesaian dalam waktu yang sama, sehingga tidak ada waktu yang tersisa untuk memikirkan hal-hal lain yang berkenaan dengan peningkatan profesionalnya sebagai guru. Rutinitas mengajar yang monoton membuat guru menjadi jenuh dan kehilangan kreativitas dalam menuangkan buah pikirannya, baik dalam bentuk karya ilmiah maupun penelitian sederhana. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan-kegiatan yang mampu mengkondisikan guru untuk berkarya dan mengembangkan guru senantiasa dituntut untuk mengembangkan diri. Apalagi dengan adanya program sertifikasi yang mengharapkan setiap guru menjadi lebih profesional. Salah satu aktivitas yang harus dapat dilakukan guru untuk menunjukkan keprofesional-annya adalah dengan melakukan penelitian. Banyak jenis penelitian yang dapat dilakukan, tetapi yang paling tepat dilakukan seorang guru adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK. Melalui PTK ini diharapkan guru mampu memberikan sumbangsih terhadap perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran di kelas yang bermuara pada peningkatan prestasi belajar peserta didiknya. Mungkin timbul pertanyaan di benak guru, mengapa PTK merupakan penelitian yang paling tepat untuk seorang guru ? Apakah dengan melakukan PTK proses pembe-lajaran tidak terganggu, padahal alokasi waktu belajar demikian sempitnya ? Rumitkah melakukan PTK itu ? Apa manfaatnya kita melakukan PTK ?MENGAPA HARUS PTK ?Guru adalah orang yang paling mengetahui tentang perkembangan dan kemajuan prestasi belajar peserta didiknya pada mata pelajaran yang diampunya. Guru pula yang mengetahui dengan pasti ada tidaknya masalah yang dihadapi peserta didiknya dalam memahami dan menguasai materi yang diajarkan. Guru memperhatikan dari hari ke hari, dari pertemuan ke pertemuan, perilaku dan karakter peserta didiknya. Dengan kata lain, guru adalah sumber informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan peserta adalah suatu jenis penelitian tindakan dimana permasalahan yang diangkat merupakan permasalahan yang benar-benar dihadapi oleh peserta didik masalah kon-kret dan dirasakan dihadapi oleh sebagian besar peserta didik, sekaligus permasalahan yang muncul secara terus menerus di kelas ketika guru mengajar Sukardi, 2004 211. Permasalahan yang demikian hanya dapat ditangkap oleh seorang guru yang setiap hari berhadapan dengan mereka, bukan oleh orang lain yang hanya datang sekali-sekali. Guru pula yang mengetahui secara pasti apakah masalah yang muncul di kelas itu perlu penanganan segera dan jika tidak diatasi dapat mengganggu proses hal tersebut, maka penelitian yang paling tepat adalah PTK, karena melalui PTK guru dapat mengajar seperti biasa, tanpa terkurangi jam pelajarannya, tetapi sekaligus dapat menerapkan suatu tindakan yang tujuannya untuk mengatasi masalah dan memperbaiki kualitas pembelajaran. Hal ini karena PTK dirancang sedemi-kian rupa menyatu dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas dan guru tidak harus meninggalkan pekerjaannya Sukardi, 2004 210. Perbedaannya hanya terletak pada adanya suatu tindakan tertentu yang dilakukan guru untuk mengatasi masalah yang diangkat dalam PTK tersebut, tetapi penyampaian materi ajar tetap tersampaikan sesuai sistematika dalam silabus, karena secara umum PTK tidak pandang dilakukan dalam rangka memberikan kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan guru untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan yang dilakukan dan untuk memperbaiki kondisi dimana praktik pembelajaran tersebut dilakukan Raka Joni, 1980 22. Melalui PTK guru menginginkan terjadinya perubahan, pening-katan, dan perubahan pembelajaran yang lebih baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara MELAKUKAN PTK ?Sesuatu akan dikatakan rumit jika kita belum mencoba, apalagi belum memba-yangkan dan memikirkannya. Bukankah Allah berfirman “Sesungguhnya akan datang kemudahan sesudah kesulitan” QS. Al-Insirah 7. Jika kita ragu ketika akan melakukan sesuatu itu tandanya kita termasuk orang yang pandai, karena Einstein mengatakan “yang pandai selalu ragu, yang bodoh selalu yakin”.Melakukan PTK tidaklah sulit, jika kita dapat memahami langkah-langkahnya dengan baik dan menjaga kekonsistenan dari objek/variabel yang akan diteliti. Pelaksanaan PTK memang mudah jika ditinjau dari segi teknis pelaksanaan, ruang lingkup, subjek penelitian, dan analisis data yang nampaknya sangat sederhana dibandingkan penelitian jenis lainnya. Namun bila ditinjau dari segi non teknis, ada kecenderungan bahwa pelaksa-naan PTK menjadi begitu sulit, karena banyak permasalahan dan hal-hal tak terduga yang dapat muncul ketika PTK berjalan. Kunci utama dan yang paling penting dalam pelaksanaan PTK adalah adanya kemauan dan kesiapan pihak sekolah dan guru itu sendiri dalam mendukung keberhasilan PTK Manurung, 2008124.Menurut Crowl, dkk. 1971, besarnya motivasi guru dalam melakukan PTK ikut serta dalam mempengaruhi keberhasilan penelitian itu sendiri. Semakin kuat motivasi guru untuk melakukan PTK, maka hasil yang diperoleh akan semakin optimal, dan sebaliknya David, dkk, 1976. Oleh karena itu bagi guru-guru yang belum termotivasi melakukan PTK, sangat perlu dan penting mendapat perhatian dari berbagai pihak, terutama Kepala Sekolah. Selain itu kerjasama diantara guru dalam cooperative action-research juga sangat diharapkan, karena hal ini memiliki beberapa keuntungan, seperti meningkatkan pengetahuan; meringankan beban tugas; menjadi model antar sesama; belajar menata orang lain; mengembangkan pemahaman diri dan pemahaman terhadap orang lain; hasil kerja menjadi lebih akurat, lebih baik, lebih terpercaya; dan yang terakhir terjalinnya kerjasama antar guru untuk dapat saling mengisi Berliner, David, & Calfee,1992. TEKNIK ANALISIS DATA DALAM PTKSebagian besar guru, baik guru SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA menyatakan bahwa pada teknik analisis data inilah bagian yang tersulit dalam PTK. Hal ini tidaklah 100% benar, karena sebenarnya pada bagian inilah hal yang sangat mengasyikkan. Orang akan bisa karena terbiasa, orang akan tidak bisa karena belum terbiasa. Kata-kata itu nampaknya benar, artinya guru merasa tidak bisa melakukan analisis data dalam PTK karena memang belum dengan penelitian lainnya, maka analisis data dalam PTK bertujuan bukan untuk digeneralisasikan, melainkan untuk memperoleh bukti kepastian apakah terjadi perbaikan, peningkatan, dan atau perubahan sebagaimana yg diharapkan. Hal ini karena masalah yang diangkat dalam PTK bersifat kasuistik, artinya masalah yang spesifik terjadi dan dihadapi oleh guru yang melakukan PTK tersebut dan alternatif pemecahan masalah yang dilakukan belum tentu akan memberikan hasil yang sama untuk kasus serupa. Oleh karena itu ketika suatu PTK berhasil menunjukkan terjadinya perbaikan, peningkatan, dan atau perubahan sebagaimana yg diharapkan, maka berarti sekaligus peneliti guru telah berhasil menemukan model dan prosedur tindakan yang memberikan jaminan terhadap upaya pemecahan masalah guru yang lain memiliki masalah pembelajaran yang sama atau hampir sama dengan guru yang telah berhasil melakukan PTK dengan tindakan tertentu, maka dia dapat melakukan modifikasi terhadap prosedur tindakan tersebut untuk disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, kedalaman dan keluasan masalah, dan potensi sekolah sarana prasarana dan fasilitas yang tersedia, agar tindakan yang dilakukan tepat dan efektif dalam memecahkan masalah. Jika guru yang lain merasa bahwa permasalahan yang dihadapi persis sama, maka dia dapat saja langsung mengikuti prosedur tindakan yang dilakukan oleh guru yang telah berhasil tadi tanpa memodifikasi, namun hasil yang diperoleh belum tentu sama, karena karakteristik peserta didik, kedalaman dan keluasan masalah, lingkungan sekolah, dan berbagai faktor lain ikut menentuka hasil PTK. Hal terpenting yang harus menjadi pegangan adalah bahwa dalam PTK, baik prosedur tindakan, banyaknya siklus, instrumen pengumpul data, maupun teknik analisis data bersifat fleksibel, tidak kaku seperti jenis penelitian yang teknik analisis data dalam PTK sangat tergantung pada data yang terkumpul. Seperti halnya penelitian jenis lain, data dalam PTK dapat dikumpulkan dengan menggunakan berbagai instrumen penelitian alat monitoring, seperti catatan harian, lapangan, berkala, lembar observasi; pedoman wawancara; lembar angket/kuesioner, soal prestasi; lembar masukan peserta didik refleksi tindakan; tugas portofolio; dokumen; lembar penilaian unjuk kerja, instrumen perekam gambar/suara video; dan lain-lain. Semua instrumen tersebut harus dipersiapkan secara baik dan matang sebelum kita mulai melakukan data difokuskan pada sasaran/variabel/objek yang akan diperbaiki/ diting-katkan, misalnya tentang kesiapan peserta didik dalam mengikuti pelajaran, frekuensi dan kualitas pertanyaan, cara menjawab dan penalarannya, kualitas kerjasama kelompok, aktivitas, partisipasi, motivasi, minat, konsep diri, berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, dan lain-lain. Data dapat berupa angka maupun non-angka kalimat atau kata-kata, yang dapat dianalisis deskriptif dan sajian visual yang menggambarkan bahwa tindakan yang dilakukan dapat menimbulkan adanya perbaikan, peningkatan, dan atau perubahan ke arah yang lebih baik jika dibandingkan keadaan sebelumnya. Pada umumnya analisis kualitatif terhadap data PTK dapat dilakukan dengan tahap-tahap menyeleksi, menyederhanakan, mengklasifikasi, memfokuskan, mengorga-nisasi mengaitkan gejala secara sistematis dan logis, membuat abstraksi atas kesim-pulan makna hasil analisis. Model analisis kualitatif yang terkenal adalah model Miles & Hubberman 1992 20 yang meliputi reduksi data memilah data penting, relevan, dan bermakna dari data yang tidak berguna, sajian deskriptif narasi, visual gambar, tabel dengan alur sajian yang sistematis dan logis, penyimpulan dari hasil yg disajikan dampak PTK dan efektivitasnya. Model analisis ini dapat digambarkan sebagai berikutBEBERAPA CONTOH ANALISIS DATA DALAM PTKBagaimana cara melakukan analisis data dalam PTK ? Jika hanya teoretis mungkin kita tidak mempunyai gambaran yang jelas. Oleh karena itu berikut ini diberikan beberapa contoh analisis data yang berupa hasil angket, observasi, dan Agus melakukan PTK untuk meningkatkan minat peserta didiknya dengan menerapkan media instruksional melalui 3 siklus pada peserta didik kelas XA SMA.. Setiap akhir siklus ia mengambil data minat menggunakan lembar angket, Bagaimana cara menganalisis data minat tersebut ?PENJELASANSetiap kali kita akan melakukan PTK, maka semua instrumen yang akan diguna-kan untuk mengambil data harus sudah dipersiapkan. Pada kasus ini lembar angket minat harus sudah dibuat sebelum PTK dimulai. Angket dapat dibuat sendiri, mengadopsi, atau mengadaptasi, tetapi yang jelas setiap angket dibuat berdasarkan jabaran aspek yang akan diteliti yang diambil dari teori. Sebagai contoh, berdasarkan beberapa teori aspek-aspek minat meliputi MinatNomor Butir senang1, 2, 3, 6, 7, 8, 9, tertarik11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, ingin tahu21, 22, 23, / Kemauan25, 26, 27, 28, 29, 306 30Kisi-kisi Butir Angket MinatData minat yang diambil setiap akhir siklus selanjutnya dihitung skor totalnya untuk setiap peserta didik sesuai dengan skala yang digunakan, misal dari sangat tidak setuju – tidak setuju – ragu-ragu – setuju – sangat setuju. Selanjutnya skor diubah menjadi persentase %. Untuk mengetahui meningkat tidaknya minat, maka % minat setiap peserta didik diperbandingkan dari siklus 1 – 2 – 3. Perbandingan minat dapat dilakuKan karena instrumen minat yang digunakan sama. Sedangkan untuk mengetahui peningkatan minat secara keseluruhan, maka dihitung rerata % minat untuk setiap siklus. Jika kita ingin melihat kriteria minat tersebut sangat baik atau sebaliknya, maka digunakan pedoman konversi data kuantitatif ke kualitatif. Sebagai contoh Robert Ebel L., 1972 266Persentase Minat KuantitatifKriteria Minat Kualitatif80 – 100Sangat tinggi60 – 79Tinggi40 – 59Sedang20 – 39Rendah0 – 19Sangat rendahKonversi Data Kuantitatif ke KualitatifPERMASALAHAN mengetahui efektif tidaknya LKS digunakan dalam meningkatkan partisi-pasi peserta didik, seorang guru melakukan PTK yang dirancang dalam 3 siklus. Pada setiap siklus, peneliti sebagai observer melakukan observasi/pengamatan terhadap partisipasi setiap peserta didik dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Lembar observasi berisi tentang jabaran konsep partisipasi yang diturunkan dari teori yang diacu. Bagaimana cara menganalisis data partisipasi yang diperoleh dari lembar observasi tersebut ?PENJELASANSama seperti minat, maka lembar observasi berisi aspek-aspek partisipasi yang diacu dari teori lalu dijabarkan dalam butir-butir pernyataan. Akan lebih baik sebagai observer bukan hanya peneliti, tetapi mengajak beberapa rekan guru agar data observasi lebih akurat, karena ada kontrol diantara observer ingat, indera kita sangat terbatas. Data partisipasi yang diperoleh dianalisis seperti data guru merasa bahwa prestasi belajar peserta didiknya pada mata pelajaran yang diajarkan kurang memuaskan. Setelah ia amati dari hari ke hari ternyata ia merasa bahwa anak didiknya kurang termotivasi belajar hingga berakibat prestasinya rendah. Oleh karena itu ia kemudian melakukan PTK dalam usaha meningkatkan prestasi belajar peserta didik, yaitu dengan menerapkan “kuis berhadiah nilai” di setiap akhir pertemuan. Setiap awal siklus ia melakukan pretes, kemudian di akhir siklus ia melakukan tes lagi dengan lembar tes yang sama. Setelah melalui 3 siklus ia merasakan ada peningkatan prestasi yang relatif memuaskan, sehingga ia mengakhiri PTK-nya. Bagaimanakah cara ia mengolah dan menganalisis data prestasi tersebut hingga ia tahu terjadi peningkatan prestasi belajar anak didiknya ?PENJELASANDalam PTK sebenarnya memang kita tidak boleh membatasi siklus, karena siklus hanya dapat dihentikan ketika kita memperoleh data yang sudah jenuh, artinya sudah tidak ada lagi peningkatan yang signifikan/bermakna dari perlakuan yang kita berikan terhadap objek/variabel yang menjadi target untuk ditingkatkan. Pada penelitian ini, peneliti melakukan dalam 3 siklus, karena ia melihat peningkatan prestasi peserta didik sudah memuaskan, menurut pertimbangan peneliti tersebut. Berbeda dengan minat melalui angket dan partisipasi melalui observasi yang dapat langsung diban-dingkan skor atau % antar siklus, maka prestasi tidak dapat langsung diperbandingkan. Hal ini karena tes yang diujikan berisi materi yang berbeda dari siklus ke siklus. Oleh karena itu kita harus melakukan pretes dan postes, kemudian selisih pretes dan postes untuk setiap siklus per peserta didik dapat dibandingkan. Ingat ! perbandingan hanya dilakukan terhadap selisih pretes dan postes, bukan postes antar siklus! Perhatikan contoh iniRerata Nilai Pretes dan Postes pada Ketiga SiklusBerdasarkan contoh tersebut, maka yang dapat dibandingkan adalah kenaikan nilai untuk setiap siklus kolom paling kanan, bukan rerata postes pada akhir MEMBERIKAN PEMBAHASAN TERHADAP HASIL PTK ? Seperti halnya penelitian jenis lain, maka pembahasan terhadap hasil PTK sebaiknya juga tidak terlalu banyak membahas data-data yang tidak penting dan kurang berhubungan dengan fokus penelitian kita. Pembahasan lebih ditekankan terhadap data yang sesuai dengan prediksi awal kita, yaitu data yang menjadi bukti empirik adanya perbaikan, peningkatan, dan atau perubahan seperti yang lain yang memerlukan pembahasan adalah jika ada data yang menyimpang atau menunjukkan kejanggalan yang mencolok. Sebagai contoh, data pada Tabel 3 dimana pada siklus kedua justru mengalami penurunan, padahal sebenarnya perubahan yang diharapkan adalah adanya kenaikan. Pembahasan data-data yang mencolok harus disertai alasan/argumen yang kuat, akan lebih baik lagi jika ada sumber acuan yang mendukung adanya penyimpangan data akan terasa lebih berat ketika peneliti sudah melakukan banyak siklus denan rentang waktu yang relatif lama misal satu semester tetapi dari data yang terkumpul tiap siklus belum menunjukkan adanya perbaikan, peningkatan, dan atau peru-bahan seperti yang diharapkan. Jika terjadi demikian, maka guru harus segera menghenti-kan PTK tersebut, karena hal ini berarti ada sesuatu yang salah dari salah satu atau lebih komponen PTK yang dirumuskan. Kita mencoba mencermati satu persatu bagian proposal PTK yang telah dibuat, mulai dari latar belakang masalah, perumusan masalah, sampai pada alternatif tindakan yang dipilih. Berdasarkan hal tersebut, maka akan ditemukan letak kesalahan atau kekurangtepatan PTK yang dilakukan. Data-data dari PTK yang telah gagal memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan sebaiknya tidak dibuang, karena sebenarnya itu dapat dibuat laporannya jika kita dapat tidak perlu menyesali atau kecewa jika PTK yang dilakukan gagal, karena kemungkinan gagal memang dapat terjadi mengingat yang kita hadapi peserta didik dengan karakter dan sifat individual yang spesifik. Sebagai contoh, jika kegagalan itu dise-babkan kesalahan dalam memilih alternatif tindakan. Hal ini wajar saja, mengingat ketika PTK berlangsung situasi lapangan dapat berubah secara tiba-tiba, sehingga kita kesulitan untuk tetap pada jalur PTK yang telah direncanakan Suwarsih Madya, 1994 47.Berkaitan dengan kegagalan yang demikian, maka seorang peneliti PTK harus peka terhadap situasi dan sesegera mungkin melakukan perubahan alternatif tindakan manakala alternatif tindakan yang dipilih sudah terlihat tidak memberikan hasil yang diharapkan. Hal ini sah-sah saja dilakukan dalam PTK mengingat PTK memiliki sifat fleksibilitas. Secara umum tidak ada satupun peneliti yang menginginkan kegagalan dalam penelitiannya. Oleh karena itu sebelum mulai penelitian, sudah seharusnya seorang peneliti mempertimbangkan dan mencermati ulang semua hal yang berkaitan dengan penelitian tersebut, termasuk mencermati kerelevanan antara masalah – teori – alternatif tindakan yang ditetapkan. Mintalah pertimbangan, koreksi, dan atau sharing dengan pihak yang kita anggap kompeten mengenai seluk beluk PTK, agar kita memperoleh masukan dan saran sebelum PTK dimulai. Lebih penting lagi, guru harus tetap bersemangat dan menganggap kegagalan sebagai awal dari keberhasilan dan cambuk untuk tetap profesional yang “sempurna” hanya mungkin dicapai dengan pendidikan formal dan tempaan pengalaman kerja Raka Joni, 1980 22. Seorang guru tidak akan mewujudkan profesional yang sempurna kalau hanya mengandalkan kesarjanaannya, tetapi perlu pengasahan otak dengan berbagai aktivitas yang dapat membantu dalam mengembangkan diri. Seorang guru penting untuk menciptakan paradigma baru untuk menghasilkan praktik terbaik dalam proses pembelajaran Carolin Rekar Munro, 2005. PTK merupakan salah satu sarana unjuk keprofesionalan guru dan bentuk kepedulian guru terhadap peningkatan dan perbaikan kualitas pernah berpikir untuk mengurai dan memecahkan masalah pendidikan nasional kita, karena memang sulit dicari ujung pangkalnya. Lebih bijaksana kita memikirkan apa yang dapat dilakukan untuk membantu anak didik kita memperoleh prestasi belajar yang lebih baik dengan menggunakan segenap kompetensi yang kita miliki disertai KTP Kemauan – Tekad – Pengorbanan dan SIM Semangat – Ikhtiar – Mencoba. Hidup ini penuh pilihan, dan menjadi guru adalah pilihan tepat, karena memberikan ilmu yang bermanfaat termasuk amalan yang tidak ada putusnya shodaqoh jariah, dan Insya Allah jaminannya syurga. Inginkah kita tinggal di sana ?DAFTAR PUSTAKABerliner, David, C., & Calfee, R. C. 1992. Hand Book of Educational Psychology. New York Macmillan Library Rekar Munro. 2005. “Best Practices” in teaching and learning Challenging current paradigms and redefining their role in education. The College Quarterly. 8 3, 1 – dkk. 1971. Educational psychology windows on teaching. Toronto Times Mirror Higher Education Group, 1976. Achievement motive. New York Irvington 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta GrasindoMiles, & Huberman, 1992. Analisis data kualitatif Buku sumber tentang metode-metode baru Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi. Beverly Hills CA Sage Publications, Inc. Buku asli diterbitkan tahun 1984.Olivia, Peter, F. 1992. Developing the curriculum. New York Harper Collins Joni. 1980. Pengembangan Kurikulum FIP, IKIP, FKG, Suatu Pendekatan Kasus Pendidikan Guru Berdasarkan Kompetensi. Jakarta P3G Ebel L. 1972. Essentials of Educational Measurement. New Jersey Prentice Hall Inc. Englewood 2004. Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta Bumi Madya. 1994. Panduan penelitian tindakan. Yogyakarta IKIP dulu postingan singkat tentang Teknik Analisis Data Dalam Penelitian Tindakan Kelas PTK semoga bisa menjadi referensi bagi anda, jika postingan ini dirasa menarik bagi anda, silahkan share/bagikan postingan ini ke media sosial anda. Terima kasih telah berkunjung.
contoh analisis masalah dalam ptk